Wednesday, July 9, 2008

Kubo Yoshiharu


Apa kamu suka sepakbola?
Ketika kamu menggiring bola anggap semua penonton melihatmu, bawa bola itu, walau hanya selangkah saja.
Kalimat diatas adalah kata-kata yang selalu dikatakan Kubo Yoshiharu, tokoh rekaan manga SHOOT buatan Tsukasa Osama, masa edar komik ini tahun 1995 sampai 2003 kalau saya tidak salah. Panggilannya Kubo. Kubo sebenarnya bukan tokoh utama komik Shoot. Tokoh utamanya adalah Toshihiko Tanaka (penyebab saya suka nomor 11 bila memakai nomor punggung, Kubo sendiri bernomor 10) yang memiliki tendangan kaki kiri yang super keras. Kubo adalah kapten Kakegawa (SMU di Jepang yang tidak punya tradisi sepakbola). Kubo besar di Jerman sampai SMP (tentu saja bermain sepakbola). Tiba di Jepang Kubo lebih memilih masuk Kakegawa dibanding Fujita Higashi yang notabene langganan juara kompetisi SMU Jepang. Kakegawa dan Fujita berada di perfektur Shizuoka. Tiap perfektur hanya meluluskan satu SMU saja. Dengan dalih ingin membangun tim sepakbola yang sesuai hatinya, Kubo mulai mendirikan tim sepakbola Kakegawa. Singkat cerita dengan bantuan Kamiya Atsushi (sobatnya, kapten ke dua, playmaker tim, mungkin sekarang seperti Andrea Pirlo) dan bantuan trio Kakenishi yang terdiri dari striker oportunis Toshihiko Tanaka (kidal, tokoh utama, bodoh, mirip sekali dengan Adriano pada masa jayanya), winger skill full Kazuhiro Hiramatsu (kacamata, jenius, cepat, berteknik, semacam Marc Overmars) dan kiper gila Kenji Hiramatsu (tolol, nekat, refleks tinggi, gila seks, perpaduan Buffon dan Pacliuca mungkin), Kubo dan Kakegawa berhasil masuk babak semifinal untuk pertama kali melawan Kakekita. Sayang disitulah Kubo meninggal karena kanker darah.

Saya suka dengan karakter Kubo, tentu saja Toshi (Toshi berkarakter seperti Naruto). Kubo pendiam, pemimpin yang baik, ketika meminum Coca Cola Kubo selalu mengocoknya dulu agar sodanya keluar dan aman untuk diminum para atlet (Kenji bilang "haha, apa enaknya?). Kubo juga yang menemukan kaki kiri Toshi hebat, dulu Toshi pengguna kaki kanan. Kubo ganteng, tajir, disukai banyak wanita dan saya bukan gay gara-gara membicarakan Kubo. Kubo adalah tiang tim. Jika dilihat dari sisi kepemimpinan mungkin Kubo sangat terlihat seperti Steven Gerrard. Dari sisi pengorbanan juga seperti Gerrard, mereka hampir terlihat dimana-mana. Dari sisi teknik Kubo sangat sangat mirip dengan fantastista Italia, Roberto Baggio (menurut saya).

Kubo meninggal ketika melawan Kakekita di semifinal perfektur Shizuoka. Kakegawa tertinggal 2-0 dulu. Sejak itu Kubo yang posisinya fantastista berubah menjadi libero, untuk melindungi gawang. Sejak itu pula Kakekita tidak bisa membobol gawang Kakegawa dan Kakegwa berhasil menyamakan kedudukan. Kubo masih jadi libero dan berkeringat deras. Waktu menunjukkan Injury time. Tidak ada waktu. Disinilah dimulainya Legenda Melewati 11 Pemain dimulai. Kubo menggiring bola dari gawang Kenji melewati satu persatu pemain Kakekita sampai kipernya. Semua pemain Kakegawa dan penonton diam melihat keajaiban Kubo. Gol. 3-2. Pemain Kakegawa berteriak senang, tapi dimana Kubo. Kubo pingsan. Kubo meninggal. Tidak ada yang tahu Kubo menderita kanker darah selama ini. Bahkan orang tua dan pacarnya.

Di final Kakegawa kalah 7-1 oleh Fujita Higashi. Musim selanjutnya Kamiya menjadi kapten tim, Toshi menjadi nomor 10 dan Kakegawa menjadi juara SMU se Jepang.

Kubo Yoshiharu, meski fiktif, penyebab salah satu saya suka sepakbola.
Saya suka sepakbola. Dan sepakbola suka saya.



2 comments:

Anonymous said...

apa kamu suka sepak bola?

membaca artikel ini, saya jadi inget sama teman2 saya dulu. kami menyukai bola, juga sama-sama menyenangi komik shoot!!

sama dengan anda, saya juga suka no. 11 gara-gara si toshi ini...

salam kenal!

Anonymous said...

" Toshi, do you like soccer?" :')