Tuesday, December 8, 2009

Rob Hughes, Inter, MU dan saya.

Monday, February 23, 2009 at 9:37pm

Rob Hughes -kolomnis tabloid Bola ; Englishman- mengatakan :
"Saya mendengar bagaimana komentator memuji Inter, termasuk para penjilat yang menganggap Mourinho telah menciptakan semacam kekuatan tak terihat. Jika Inter mampu mengalahkan MU, mungkinsaya akan setuju dengan pendapat mereka. Setidaknya, saya akan mulaimemikirkan hal yang sama dengan mereka.
Namun, sebaik peran Maicon di sayap kanan, selihai Esteban Cambiasso melakukan tekel dan bagaimana sosok berotot Adriano menjadi tandem striker jangkung Zlatan Ibrahimovic, saya tidak bisa membayangkan Inter sebagai juara Liga Champion"

Firdza Radiany -kolomnis FB-nya sendiri; Indonesian- mengatakan :
"Provokativ. Satu yang jelas, status Nasionality di paspor Rob adalah : ENGLISHMAN. Hanya orang Inggris bodoh dan pemuja Manchester City (terutama The Gallagher's) saja yang tidak mendukung MU vs Inter. Celoteh Rob tampak aneh sebanyak nama belakang orang Inggris yang sama dengan nama belakangnya. Tampaknya Rob memang pemuja sepakbola indah atau fantasi (dan sekali lagi : dia Englishman). Saya bukan tidak suka dengan MU. Tapi saya tidak suka dengan Rob yang bermimpi melihat tim bermain seperti Inter jadi juara Liga Champion. Saya menghormati tim fantasi seperti MU, Barca, Arsenal, Brasil dan Spanyol. Saya juga (sangat) menghormati tim realistis seperti Inter, Italia, Jerman, atau bahkan klub yang sangat saya benci : Juventus.
Sepakbola itu seni. Ada seni menyerang. Ada seni bertahan. Saya tidak kaget ketika tim seperti MU atau Barca bermain realistis.
Saya justru setuju dengan Christian Gunawan -wartawan tabloid Bola ; Indonesian-, 'Inter tim fisikal, realistis, seperti hidup, Adriano mabuk, Balotelli marah, bersatu di lapangan, kekeluargaan terjaga. Hidup seperti itu : keras, susah, jangan naif, banyak permasalahan. Sedang Milan tim Fantasi : indah, mengalir, tenang, harmonis. Hidup impian semua orang. Mimpi. Tapi hidup memang butuh mimpi.'
Saya tidak perduli MU yang menang, Inter Kalah atau Barca didiskualifikasi. Namun, saya tidak menghina cara bermain (baca:cara hidup) sebuah tim (baca:manusia). Ya kan, Rob Hughes atau tepatnya Rob Hugheless.

Oh ya saya Liverpudlian dan..tentu saja Internisti.

No comments: